PERINGATAN hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 (selanjutnya baca: Agustusan) tahun ini, benar-benar semarak. Contoh kecilnya adalah upacara bendera di KPU Pacitan, Kamis (17/8) lalu. Warna warni busana adat yang digunakan dalam upacara tersebut, sengaja ditonjolkan teman-teman KPU Pacitan. Pun, peserta upacara lainnya yakni teman-teman PPK Kecamatan Pacitan beserta beberapa PPS di wilayah kelurahan/desa sekitar.
Tidak biasanya. Hari-hari yang biasa cerah, pada Kamis itu hujan mengguyur Pacitan. Namun, tidak berselang lama, berganti gerimis. Hingga akhirnya upacara dapat digelar pagi itu. Bersyukur, saat upacara berlangsung, langit pun bersahabat. Langit di atas kantor KPU Pacitan seketika cerah. Namun itu tak berlangsung lama. Usai upacara berakhir, gerimis kembali datang.
Kondisi cuaca tidak menyurutkan langkah teman-teman menyemarakkan upacara Agustusan. Ketua KPU Pacitan menggunakan baju adat dari Sumatera Barat. Saya dan teman-teman komisioner, mengenakan baju adat khas Pacitan. Teman-teman lainnya juga mengenakan baju adat yang beragam. Dari berbagai daerah di Indonesia. Meriah sekali pagi itu.
Usai upacara, KPU Pacitan merayakan tasyakuran Agustusan dengan pemotongan tumpeng. Seremoninya, ketua KPU Pacitan memberikan potongan tumpeng kepada sekretaris KPU Pacitan. Sebagai simbol kekompakan dalam menjalankan tugas. Sekaligus wujud syukur atas nikmat kemerdekaan. Berikut beberapa potret dokumentasinya.

Begitulah sekelumit gambaran mengenai kemeriahan upacara bendera di KPU Pacitan dalam rangka memperingati Agustusan. Selain itu, semarak Agustusan tahun ini juga ditandai sejumlah kegiatan yang diikuti personil KPU Pacitan di lingkungan Pemkab Pacitan.
Dimulai dari hari Rabu (16/8). Pagi hari agendanya rapat paripurna istimewa DPRD Pacitan dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan presiden Republik Indonesia. Bakda salat Magrib, dilangsungkan sujud syukur di Masjid Agung Darul Falah Pacitan. Sedangkan malam harinya, digelar apel kehormatan dan renungan suci di taman makam pahlawan (TMP).
Kamis (17/8) pagi, dilangsungkan upacara ziarah nasional di TMP. Dilanjutkan pada pukul 09.00 WIB dengan upacara detik-detik proklamasi kemerdekaan RI ke-78 di Pendapa Kabupaten Pacitan. Sore harinya, upacara penurunan bendera merah putih juga dilangsungkan di tempat yang sama.
Pada malam harinya, KPU Pacitan mendapat undangan peresmian Museum dan Galeri Seni SBY-Ani. Saya bersama ketua KPU Pacitan, menghadiri undangan ini. Peresmiannya benar-benar megah dan modern. Maklum, karena ini adalah peresmian museum kepresidenan. Sehingga nuansanya kelas nasional. Pacitan memiliki satu lagi destinasi wisata bertaraf nasional, bahkan internasional. Sebab, museum ini diklaim sebagai museum kepresidenan termegah di dunia.
Puncaknya, digelar dengan acara resepsi kenegaraan di halaman Pendapa Kabupaten Pacitan pada Jumat (18/8) malam. Kebetulan, saya yang mewakili KPU Pacitan untuk hadir dalam acara tersebut. Resepsi kenegaraan ini terasa berbeda. Sebab, digelar di tempat terbuka. Beberapa suguhan acara ditampilkan. Termasuk pemberian penghargaan-penghargaan bagi sejumlah pihak, pun kepada adik-adik pasukan pengibar bendera (paskibra).
Selain berkaitan dengan Agustusan, pada pekan kemarin sejumlah kegiatan juga dilakukan KPU Pacitan. Di awal pekan, Senin (14/8), saya memimpin apel rutin awal pekan. Usai apel, saya dan ketua beserta seluruh teman-teman anggota KPU Pacitan diundang badan anggaran (banggar) DPRD Pacitan. Bersama juga Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Dengan melalui serangkaian penyampaian pertimbangan, banggar DPRD Pacitan mengetuk palu nominal hibah untuk Pilbup Pacitan Tahun 2024. Hasil maraton pembahasan yang sebelumnya berakhir di angka Rp 39,250 Miliar, ditetapkan oleh banggar menjadi Rp 35,8 Miliar. Ketetapan itu selanjutnya menjadi bahan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Pacitan dengan agenda pengambilan keputusan atas kebijakan umum anggaran-prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) perubahan APBD tahun anggaran 2023 pada Rabu (16/8) siang.
Selain itu, pada pekan kemarin KPU Pacitan juga melewati salah satu tahapan krusial: penetapan Daftar Calon Sementara (DCS). Ya, setelah melalui serangkaian verifikasi, DCS akhirnya ditetapkan. Jumat (18/8), rapat pleno penetapan itu dilaksanakan. Dilanjutkan dengan penyiapan administrasinya. Khususnya persiapan pengumuman.
Sebelum diumumkan, kami melakukan pengecekan satu persatu. Baik penggunaan nama, gelar hingga tanda baca. Sabtu (19/8), sesuai tahapannya, DCS itu diumumkan. Di media cetak dan media elektronik televisi dan radio. Masyarakat dapat memberikan tanggapan dan masukan, atas pengumuman DCS tersebut. Dapat disampaikan kepada kami di kantor KPU Pacitan. (*)
Tulisan ke-56/Edisi 14-20 Agustus 2023
