SELAMAT menjalankan ibadah puasa Ramadan 1445 hijriah, bagi seluruh pembaca yang menjalankannya. Semoga ibadah kita semua, tercatat sebagai bekal terbaik di hari akhir kelak, Aamiin! Pemerintah, telah menetapkan Selasa (12/3) sebagai awal Ramadan 1445 hijriah. Artinya, tahapan Pemilu Tahun 2024 yang sudah memasuki babak akhir, berjalan di tengah-tengah puasa. Bahkan, ini adalah puasa tahun kedua yang berjalan di tengah-tengah tahapan Pemilu Tahun 2024.
Bulan suci ini, terasa betul suasananya. Pinggir jalan sudah mulai menjamur penjaja takjil ketika sore harinya. Lapak-lapak es teh dan beragam minuman, juga banyak bermunculan. Bahkan, mulai muncul istilah-istilah “war takjil”. Istilah yang menjadi pemacu semangat masyarakat dalam berburu takjil. Tidak hanya bagi yang puasa. Tapi bagi siapapun. Namun bagi saya, istilah tersebut adalah doa untuk seluruh saudara-saudara penjaja takjil. Supaya bisa laris manis dagangannya. Apalagi mereka membuka lapak juga hanya sore hari saja.
Beberapa kebijakan pun dilakukan dalam menjalani aktivitas di tengah-tengah bulan Ramadan. Seperti penyesuaian jam kerja, hingga jadwal penyelenggaraan apel pagi awal pekan. Diharapkan, puasa tidak mempengaruhi kinerja yang dilakukan. Khususnya dalam menghadapi masa-masa akhir tahapan Pemilu Tahun 2024.
Rabu (13/3), KPU Pacitan menggelar rapat pleno rutin. Beberapa kebijakan pun ditetapkan. Selain berkaitan dengan kegiatan selama sepekan ke depan, juga dilakukan evaluasi mengenai aktivitas yang sudah dilakukan dalam sepekan terakhir. Tahapan-tahapan berjalan, dipastikan dapat dilaksanakan dengan maksimal. Termasuk persiapan mengenai tahapan Pilkada Tahun 2024 yang sudah mulai memasuki tahapan awal. Keduanya berjalan seiringan.
Selain menikmati awal puasa, pada sepekan terakhir KPU Pacitan melakukan supervisi penyusunan laporan keuangan di sejumlah kecamatan. Beberapa kendala yang terjadi, didiskusikan langsung dengan tim dari KPU Pacitan. Diharapkan, puncak kinerja teman-teman PPK ini, dapat dipertanggungjawabkan secara baik. Terutama mengenai penggunaan keuangan yang tentu memerlukan laporan secara detail.
Saya sendiri, ditugaskan untuk turun di sejumlah kecamatan. Salah satunya adalah pada Jumat (15/3) ke Kecamatan Sudimoro. Ini merupakan momen kali pertama saya ke Sudimoro selama penyelenggaraan tahapan Pemilu Tahun 2024. Jarang sekali saya mendapat penugasan untuk turun di kecamatan paling timur Pacitan ini. Kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Trenggalek.
Sebenarnya, pada Pilbup Pacitan Tahun 2020 lalu, saya cukup sering ke Sudimoro. Namun, intensitas tersebut tidak terjadi pada Pemilu Tahun 2024 ini. Walhasil, momentum monitoring tersebut menjadikan sarana nostalgia bagi saya. Teman-teman PPK juga cukup hangat menyambut kedatangan kami.
Beberapa pembahasan juga terjadi dalam momen pertemuan yang tidak berlangsung lama tersebut. Terutama mengenai parameter monitoring yang memang sudah disiapkan sejak awal. Sambil bercanda, kami tidak bisa menikmati makanan khas Sudimoro karena momentumnya saat puasa. Baiklah, semoga lain waktu bisa kita ulang kembali! (*)
Tulisan ke-86/Edisi 11-17 Maret 2024
