SETELAH berjalan beberapa hari, suasana bulan puasa mulai terasa di lingkungan KPU Pacitan. Salah satunya ditandai dengan diadakannya agenda buka bersama seluruh keluarga besar KPU Pacitan pada Selasa (26/3) kemarin. Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim. Keberkahan bulan suci, diharapkan dapat terjadi bagi seluruh keluarga besar KPU Pacitan.
Namanya juga keluarga besar. Sore itu kantor KPU Pacitan benar-benar semarak. Seluruh keluarga dari pegawai di KPU Pacitan juga turut larut. Sehingga, momen ini sekaligus sebagai sarana silaturahmi antar keluarga. Anak-anak kami juga saling mengenal, saling berinteraksi dan saling membangun silaturahmi.
Selain agenda buka bersama di kantor, pekan kemarin saya juga mendapatkan undangan buka bersama dari teman-teman PPK Pringkuku. Dipusatkan di aula kantor Kecamatan Pringkuku. Konsep acaranya: evaluasi tahapan Pemilu bagi penyelenggara Pemilu di Kecamatan Pringkuku. Seluruh PPS hadir dalam acara yang juga mengundang seluruh unsur Forkopimca Pringkuku tersebut.
Sebagaimana evaluasi di tingkat kabupaten, dalam forum ini teman-teman PPK Pringkuku juga membagikan sejumlah penghargaan bagi PPS berprestasi untuk sejumlah kategori. Selamat dan sukses untuk teman-teman PPS di Kecamatan Pringkuku yang mendapatkan penghargaan. Semoga penghargaan tersebut sebagai predikat bahwa kinerja teman-teman mendapatkan apresiasi.
Pada kesempatan tersebut, saya didaulat memberikan pengarahan. Momen ini saya menekankan pentingnya membangun jejaring antar anggota PPS di berbagai wilayah desa khususnya di Kecamatan Pringkuku. Sehingga, pasca berakhirnya tugas PPS, teman-teman masih tetap membangun silaturahmi dengan PPS dari desa lainnya. Termasuk tidak menutup kemungkinan membangun kerjasama positif dalam berbagai bidang.
Selain itu, saya juga menekankan bahwa pengalaman menjadi penyelenggara Pemilu, merupakan bekal penting bagi teman-teman PPS ketika berkarir di manapun tempatnya. Beberapa pelajaran berharga selama menjadi PPS, harus dapat menjadi sarana penambahan kualitas diri. Sehingga ketika berada pada kesempatan apapun, teman-teman PPS khususnya dapat memberikan warna dan peran yang positif.
Di sisi lain, pada sepekan terakhir, beberapa kegiatan juga dilakukan KPU Pacitan. Senin (25/3) awal pekan, dilakukan rapat pleno rutin. Kesempatan ini menjadi sarana mengevaluasi dan merencanakan kegiatan sepekan mendatang. Khususnya upaya memantau potensi PHPU.
Rabu (27/3), KPU Pacitan menggelar rapat pencermatan penghitungan alokasi kursi dan calon terpilih. Dari rapat ini, dijabarkan secara rinci hasil Pemilu Tahun 2024 untuk tingkat DPRD Kabupaten Pacitan. Sehingga, dapat menjadi bekal ketika memasuki tahapan penetapan calon terpilih mendatang.
Dari rapat ini, ditentukan nama-nama calon anggota DPRD Kabupaten Pacitan terpilih, dengan menggunakan metode penghitungan sainte lague. Nantinya, nama-nama tersebut akan ditetapkan dalam rapat pleno terbuka penetapan calon terpilih, ketika BRPK dari Mahkamah Konstitusi sudah diturunkan.
Selain itu, pada pekan kemarin juga digelar rapat evaluasi penyelenggaraan Pemilu Tahun 2024. Dilakukan bersama pengurus partai politik pada Kamis (28/3). Momen ini sekaligus pertemuan KPU Pacitan dengan seluruh pengurus parpol di Pacitan pasca rekapitulasi tingkat kabupaten. Dalam suasana bulan suci, momen ini juga berlangsung hangat dan akrab. Sebab, momen ini juga sarana silaturahmi antar pengurus parpol di Pacitan.
Sementara itu, dari tahapan seleksi KPU kabupaten/kota, pada Kamis (28/3) kemarin hasil penelitian administrasi pun turun. Alhamdulillah, nama saya masuk. Untuk Kabupaten Pacitan, tercatat ada 22 pendaftar. Seluruh peserta yang lolos, selanjutnya dijadwalkan mengikuti seleksi tertulis pada Senin (1/4). Dilanjutkan seleksi psikologi pada Selasa (2/4) keesokan harinya.
Setelah dipastikan pengumuman turun, Minggu (31/4), saya pun berangkat ke Surabaya. Dengan siapa? Saya memilih berangkat sendiri. Sebab agenda ini sifatnya pribadi. Dan, seperti biasa, saya menyetir sendiri. PP Pacitan-Surabaya. Puasa juga tentunya. Karena perlu waktu persiapan, saya sengaja berangkat H-1 seleksi. Harapannya, benar-benar siap untuk menjalani dua seleksi tersebut. Bagaimana prosesnya? Ikuti terus tulisan saya edisi berikutnya. (*)
Tulisan ke-88/Edisi 25-31 Maret 2024
