SELAMAT Idul Fitri, 1 Syawal 1445 hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, kullu ‘amin wa antum bi khair. Semoga Allah SWT menerima ibadah puasa kita, serta senantiasa mendapatkan kebaikan. Di momen yang baik ini, saya atasnama pribadi, keluarga dan jajaran KPU Pacitan menyampaikan mohon maaf lahir dan batin. Mudah-mudahan kita semua kembali dipertemukan dengan Ramadan tahun depan dan tahun-tahun berikutnya. Menjadi insan yang fitri di hari lebaran.
Lebaran kali ini, sepertinya cukup bermakna. Inilah momen lebaran kali ketiga pada masa tahapan Pemilu Tahun 2024. Seingat saya, momen lebaran pertama, masih dalam suasana persiapan tahapan Pemilu. Lebaran kedua, di tengah-tengah padatnya tahapan pencalonan. Dan kali ini, lebaran dalam suasana menjelang akhir tahapan.
Selain itu, lebaran kali ini juga dalam suasana rekrutmen kami untuk periode kedua berkarir di KPU Pacitan. Selasa (9/4), atau sehari menjelang Idul Fitri, turun pengumuman mengenai 20 besar peserta yang lolos tahap berikutnya dalam rekrutmen tersebut. Setelahnya, tentu tahapan yang makin krusial bagi saya dan teman-teman yang lolos pada seleksi sebelumnya.
Jika ketentuannya pengumuman 20 besar, Pacitan berbeda. Karena pendaftarnya hanya 21 orang, yang diumumkan lolos tahap berikutnya, rupanya hanya 18 besar. Dan Alhamdulillah, nama saya masih tercantum dalam pengumuman yang ditandatangani oleh ketua dan anggota Timsel tersebut. Ya, di saat banyak orang mempersiapkan hari raya, saya sepertinya masih berharap-harap cemas menanti pengumuman tersebut. Yang rupanya memang turun menjelang malam takbiran.
Usai dipastikan lolos tahap berikutnya, di tengah suasana lebaran, saya juga bersiap untuk menghadapi tahapan seleksi berikutnya. Rencananya, seleksi berikutnya adalah seleksi kesehatan. Ada beberapa parameter pemeriksaan kesehatan yang akan dilakukan. Sesuai jadwalnya, kegiatan ini akan dipusatkan di Rumah Sakit Brawijaya TNI AD, yang masih satu kompleks dengan Kodam V Brawijaya di Surabaya.
Di sisi lain, dalam sepekan terakhir, beberapa kegiatan di internal KPU Pacitan cukup lengang. Apalagi, berbarengan dengan jadwal cuti bersama hari Idul Fitri. Sehingga, momen kali ini benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana merajut kembali tali silaturahmi di kalangan keluarga masing-masing.
Sementara, setelah disibukkan dengan aktivitas masing-masing, kami berlima, pada Senin (8/4) juga menyempatkan diri bersilaturahmi dalam tajuk buka bersama. Momen ini baru dapat terlaksana setelah beberapa kali direncanakan. Maklum, selain sibuk dengan tahapan, mayoritas dari kami juga tengah konsentrasi dalam agenda seleksi.
Jadilah momen bukber tersebut dilakukan secara private. Cukup lima orang. Dari momen ini, kami kembali menguatkan ikatan. Memastikan bahwa jalinan silaturahmi yang telah terbangun selama lima tahun terakhir, harus tetap terjaga. Termasuk apapun hasil seleksi ke depan. Persaudaraan di antara kami, harus dipastikan tetap yang utama. (*)
Tulisan ke-90/Edisi 8-14 April 2024
