Puncak Pengabdian Adhoc

SETELAH PPK Pringkuku, PPK Punung dan PPK Donorojo menggelar rapat evaluasi pada pekan lalu, kegiatan serupa juga dilakukan teman-teman PPK lainnya pada sepekan kemarin. Tercatat, tim KPU Pacitan diturunkan untuk menghadiri rapat evaluasi di PPK Nawangan pada Rabu (3/4) lalu. Dilanjutkan evaluasi di PPK Arjosari dan Sudimoro pada Kamis (4/4) dan rapat evaluasi di PPK Ngadirojo serta PPK Pacitan pada Jumat (5/4).

Kegiatan tersebut sepertinya momen puncak pertemuan teman-teman adhoc di tingkat kecamatan dan tingkat desa. Sebab, sesuai dengan tahapannya, Kamis (4/4) kemarin merupakan hari terakhir masa tugas teman-teman PPK dan PPS. Sebagai puncak pengabdian teman-teman adhoc penyelenggara Pemilu Tahun 2024.

Untuk teman-temanku PPK dan PPS Pemilu Tahun 2024, sekali lagi terima kasih atas kerja-kerja kolosalnya yang luar biasa. Saya secara pribadi mohon maaf atas seluruh khilaf yang muncul selama kita berinteraksi. Harapan saya, semoga tali silaturahmi kita semua masih tetap terjalin, di masa-masa mendatang.

Sebagaimana rapat evaluasi lainnya, pada momen tersebut, teman-teman PPK juga memberikan sejumlah penghargaan kepada PPS terkait. Sejumlah kategori penghargaan diberikan. Seluruhnya adalah murni hasil evaluasi teman-teman di tingkat PPK. Kami dari KPU Pacitan, didaulat memberikan penghargaan tersebut kepada PPS yang menerimanya.

Begitulah kegiatan sepekan terakhir yang diwarnai dengan agenda rapat evaluasi PPK. Sekarang update mengenai seleksi saya untuk periode kedua di KPU.

Senin (1/4) awal pekan kemarin, saya menjalani seleksi tertulis dan seleksi psikologi calon anggota KPU Pacitan. Seleksi tertulis ini, menggunakan metode computer assisted test (CAT). Dilaksanakan di kampus Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Masih satu kompleks dengan kampus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Jadwal seleksi untuk Kabupaten Pacitan, pukul 13.00 WIB.

CAT ini terdiri dari 100 soal pilihan ganda. Ditambah lagi lima soal essay. Dari lima soal tersebut, kami diminta menuliskan uraian jawaban menurut persepsi kami. Soalnya berkaitan dengan empat pilar kebangsaan, ketatanegaraan, kepartaian, kelembagaan penyelenggara pemilu dan tentunya tentang kepemiluan. Sedangkan untuk lima soal essay, kebetulan soal yang saya dapatkan adalah mengenai kelembagaan penyelenggara pemilu. Setelah berakhir, tampilan soal ditutup dan keluarlah nilainya. Hasilnya? Lumayanlah. Tidak buruk-buruk amat!

Usai seleksi tertulis, sehari setelahnya digelar seleksi psikologi. Kali ini lokasinya berbeda. Dipusatkan di Hotel Vasa Surabaya. Pelaksana seleksi kali ini adalah Mabes TNI Angkatan Darat. Tentu, seluruh panitia yang menggelar seleksi psikologi ini, mayoritas berseragam loreng khas TNI. Secara mandiri, awalnya saya menginap di Swiss-Belinn Manyar (dekat ITS). Usai seleksi CAT, saya pindah penginapan di Hotel Deka (depan Hotel Vasa). Sebab, jika ITS itu di timur Surabaya, Hotel Vasa ini di ujung barat Surabaya.

Beberapa metode seleksi psikologi kami jalani. Dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Berakhir jelang pukul 12.00 WIB. Mulai dari tes padanan gambar, tes wartegg, tes kreplin, hingga beberapa metode seleksi psikologi lainnya. Sesuai tahapannya, penetapan hasil dua seleksi ini dilaksanakan pada 6-7 April 2024. Serta diumumkan pada tanggal 8-9 April 2024.

Satu hal yang saya ingat, karena seleksi ini dimulai pukul 07.00 WIB dan dilaksanakan pada bulan puasa, tentu energi yang kami miliki berbeda. Apalagi, sebelumnya kami bangun lebih awal untuk makan sahur. Usai makan sahur, dilanjutkan dengan ibadah dan aktivitas pagi hingga lanjut seleksi. Tentu tidak ada waktu lagi untuk beristirahat meski hanya sesaat.

Beruntung, serangan kantuk tidak menyerang. Sehingga saya masih tetap kuat menjalani rangkaian seleksi tersebut. Hingga jelang azan Duhur, seleksi berakhir. Tentu, nilainya tidak langsung keluar. Mudah-mudahan sesuai harapan! Seleksi berakhir, saya langsung kembali pulang ke Pacitan. Nyetir, sendirian! (*)

 

Tulisan ke-89/Edisi 1-7 April 2024